Penulis : Muhammad Samin
Pendapatan petani peternak secara intensif maupun tradisional sangat
menentukan dalam analisis usaha ternak. Analisis usaha ternak sering
digunakan untuk optimalisasi produksi sehingga dapat dilihat efisiensi
penggunaan faktor-faktor produksi. Dalam peternakan secara intensif
maupun tradisional faktor produksi lebih berhubungan dengan aspek sumber
daya seperti tenaga kerja serta modal. Selain itu juga ada
faktor-faktor lain seperti bibit dan pakan yang menunjang produksi.
Semua faktor produksi akan berpengaruh pada pendapatan usaha petani
ternak.
Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis perbedaan pendapatan
petani peternak sapi potong secara intensif dan secara tradisional; dan
menganalisis pengaruh bibit, pakan dan tenaga kerja terhadap pendapatan
petani peternak sapi potong di Kecamatan Pantai Cermin dan Serba Jadi
Kabupaten Serdang Bedagai.
Metode penelitian dengan menggunakan analisis uji beda rata-rata.dan
analisis regresi berganda. Variabel indenpenden yang diteliti biaya
bibit, biaya pakan, dan biaya tenaga kerja. Variabel dependent adalah
pendapatan peternak sapi potong. Sampel renponden yang digunakan
sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang peternak sapi potong secara
intensif dan 30 orang peternak sapi potong secara tradisional.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendapatan petani peternak sapi
potong secara intensif lebih tinggi dari pada petani peternak sapi
potong secara tradisional. Dari hasil analisis regresi, dapat diketahui
bahwa secara simultan faktor biaya bibit, biaya pakan, dan biaya tenaga
kerja berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani peternak sapi potong.
Secara parsial factor biaya bibit dan biaya pakan yang berpengaruh
nyata sedangkan biaya tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Faktor yang
memiliki pengaruh yang lebih baik terhadap pendapatan petani peternak
sapi potong tradisional adalah faktor biaya bibit sedangkan peternak
sapi potong secara intensif adalah faktor biaya pakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar